Membangun Keamanan E-Commerce dan Kunci Sukses Komunitas Online

Membangun Keamanan E-Commerce dan Kunci Sukses Komunitas Online


1. Sebutkan dan jelaskan apa saja yang menjadi kunci sukses membangun komunitas online ? (Chapter 8)


a.  Meningkatkan Pengunjung dan aktif berpartisi didalam komunitas.

Tujuan utama dari komunitas adalah mengumpulkan anggota sebanyak-banyaknya, sama halnya dengan komunitas online. Semakin banyak anggota maka komunitas juga akan semakin besar dan dikenal oleh banyak orang. Salah satu cara untuk menambah anggota adalah dengan mendatangkan pengunjung ke website komunitas tersebut. Dengan semakin banyaknya pengunjung yang datang maka kemungkinan besar anggota akan semakin bertambah. Selain itu aktif ikut berpartisipasi dalam komunitas juga sangat penting untuk menjaga hubungan baik dengan para anggota sehingga terciptanya royalitas dari setiap member.
   
b.  Fokus pada minat dan kebutuhan member; Gunakan jasa koordinator dan fasilitator.

Salah satu tujuan utama dari komunitas adalah sebagai sarana untuk saling berbagi dan menemukan solusi. Sangat penting untuk bisa menangkap apa kebutuhan dan minat dari sebagian besar member, agar layanan yang diberikan tepat sasaran dan eksistensi komunitas dapat terjaga dengan baik. Kita juga bisa menggunakan jasa koordinator untuk berkoordinasi dan menempatkan fasilitator pada bagian hobi/minat tertentu.
   
c.  Giat berbagi informasi dan opini secara gratis tanpa kontrol.

Saling berbagi informasi dan opini juga dapat meningkatkan kesadaran dari setiap anggota untuk ikut perpartisipasi dan berinteraksi, sehingga terjalin hubungan baik didalam komunitas.
   
d.  Mendapatkan sponsor/dukungan finansial.

Dukungan finansial sangat penting untuk menunjang setiap kegiatan atau event yang diadakan oleh komunitas seperti acara pertemuan, kontes, amal dan lainnya. Dukungan finansial ini dapat diperoleh dari donasi/sumbangan dari para anggota/member yang royal, atau melalui hasil jasa sewa space iklan di website komunitas tersebut, tergantung dari kreativitas kita sebagai pendiri komunitas.
   
e.  Mempertimbangkan faktor lingkungan-budaya.

Fakor lingkungan budaya sangat penting untuk diperhatikan karena berpengaruh pada pola pikir dan bersikap didalam komunitas. Misalnya seperti keberagaman budaya yang ada di indonesia, maka isu-isu yang berkaitan dengan SARA atau hal-hal lain yang bersifat sensitif harus dicegah agar tidak terjadi perpecahan.
   
f.  Menyediakan beberapa tools dan aktivitas untuk member; komunitas tidak hanya terpaku pada grup diskusi.

Hal ini sangat penting agar para anggota juga dapat berkreasi dan tidak hanya terbatas pada grup diskusi. Misalnya tool yang dapat digunakan oleh member untuk mendesain avatar yang akan mereka gunakan dalam bersosialisai dikomunitas, atau tool untuk mendesain tampilan website komunitas, dll. Selain itu aktivitas-aktivitas seperti quiz, polling atau jajak pendapat juga dapat membuat anggota betah dan antusias.
   
g.  Melibatkan anggota komunitas dalam berbagai aktivitas dan perekrutan.

Semakin besar sebuah komunitas maka akan semakin banyak yang harus diperhatikan sehingga hampir tidak mungkin untuk menangani semua aktivitas yang ada dalam komunitas tersebut. Dengan merekrut dan melibatkan beberapa anggota komunitas (yang aktif dan dapat dipercaya) untuk menangani berbagai aktivitas dan perekrutan dapat meringankan pekerjaan kita sehingga bisa fokus ke hal lain yang lebih penting untuk kemajuan komunitas bersama.
   
h.  Memandu/mengarahkan diskusi, memicu kontroversi, dan mengangkat isu-isu hangat.

Jangan lupa untuk sering-sering membahas isu-isu atau topik yang sedang hangat diperbincangkan, dan juga berita-berita penuh kontroversi lainnya. Hal ini dapat menaikkan rating website komunitas kita dengan cepat karena antusiasme dari para member dan pengguna internet khusus nya di indonesia. Selain itu kualitas website kita juga akan semakin baik dimata mesin pencari seperti google search, sehingga dapat menjadi prioritas pada keyword-keyword tertentu. Jangan lupa untuk membuat label Hot Thread atau Trending Topic sesuai urutan topik terhangat pada menu tampilan website sehingga memudahkan navigasi untuk pengunjung website tersebut.
   

Enam faktor sukses lainnya :

a.  Peka/sensitif dalam menangani data member.

Melindungi data-data member yang bersifat personal seperti alamat tempat tinggal, tanggal lahir, dan lainnya. Tidak mengirimkan spam, dan mencegah hal-hal yang dapat menganggu anggota komunitas.
   
b.  Menjaga stabilitas website agar selalu konsisten : konten, layanan, dan tipe informasi yang ditawarkan.

Sebuah komunitas dapat dikatakan sukses apabila dapat menjaga konsistensi nya dalam memberikan konten yang berkualitas, menarik, akurat dan layak diperbincangkan. Selain itu sebuah komunitas juga harus konsisten dalam memberikan layanan yang sesuai dengan kebutuhan member dari segi fitur, tampilan maupun on page website tersebut.
   
c.  Menyediakkan website yang responsif dan cepat.

Hal ini harus diperhatikan dari segi On Page website tersebut apakah sudah maksimal atau belum. Sebuah website dikatakan responsif apabila valid dari segi HTML dan loading aksesnya cepat namun tidak terlepas dari kecepatan koneksi internet itu sendiri. Kita dapat melakukan perbandingan pada website lainnya atau menggunakan tools webmaster yang tersedia pada layanan google untuk mengetahui besarnya setiap page website dalam satuan kb atau mb. Untuk mencegah loading page yang lambat sebaiknya kita menghapus widget-widget yang tidak diperlukan, menampilkan gambar seperlunya, dan mengkompres setiap gambar yang ditampilkan. Dari segi lainnya usahakan tidak ada link yang mati, dan harus tersedia navigasi website yang jelas.
   
d.  Menawarkan konten yang up-to-date.

Selalu memberikan konten yang terupdate, sehingga para anggota komunitas tidak ketinggalan informasi atau sampai mencari informasi di komunitas lainnya.
   
e.  Menawarkan kontrol komunitas berkelanjutan dengan perlakuan untuk kepuasan anggota.

Memberikan penghargaan kepada anggota yang aktif berinteraksi di komunitas seperti pengangkatan menjadi admin atau moderator. Hal ini juga dapat bermanfaat meringankan pekerjaan kita dalam menghandle komunitas. Selain itu member juga akan merasa puas dan dihargai.
   
f.  Menetapkan kode/aturan dalam berperilaku (netiket/pedoman).

Setiap komunitas online yang baik harus mempunyai aturan/etika dalam berinteraksi. Informasi aturan-aturan dan sanksi pelanggaran tersebut dapat dimuat pada satu page khusus yang dapat diakses oleh setiap member. Contoh kode/aturan yang umum adalah dilarang mengangkat isu-isu yang berkaitan dengan SARA, apabila peraturan tersebut dilanggar maka akan menjadi tugas kita sebagai admin/moderator untuk memberikan sanksi seperti penghapusan thread atau bahkan banned permanent pada akun tersebut.
   

2. Apakah yang menjadi kunci utama dalam membangun keamanan E-commerce yang kuat ? (Chapter 10)


Pada tahun 2004, lima program keamanan kartu kredit berbeda bergabung untuk membentuk Payment Card Industry Security Standards Council (PCI DSS). Tujuan nya yaitu untuk menciptakan tingkat perlindungan ekstra kepada penerbit kartu dan memastikan bahwa para penjual (baik online maupun brick and mortar) memenuhi tingkat dasar keamanan ketika menyimpan, mengolah, dan transmisi data pemegang kartu.

Untuk mengatur tingkat minimum keamanan, Industri Kartu Pembayaran menetapkan 12 persyaratan untuk kepatuhan yang termasuk dalam salah satu dari enam cakupan yang disebut obyektif pengendalian. Obyektif pengendalian terdiri dari :

•  Membangun dan menjaga keamanan jaringan.
•  Melindungi data pemegang kartu.
•  Menjaga kerentanan program manajemen.
•  Menerapkan langkah-langkah kontrol akses yang kuat.
•  Memonitor dan menguji jaringan secara teratur.
•  Menjaga kebijakan keamanan informasi.

Perusahaan E-Commerce yang gagal/tidak mematuhi standar PCI DSS beresiko kehilangan kemampuan untuk memproses pembayaran melalui kartu kredit dan dapat dikenakan pemeriksaan dan denda.

3. Sebutkan dan Jelaskan bagaimanakah cara untuk mengamankan komunikasi E-commerce ? (Chapter 10)


a.  Akses Kontrol
Mekanisme yang menentukan siapa yang berhak untuk menggunakan/mengakses sumber jaringan.
   
b.  Passive Token
Perangkat penyimpanan (Misalnya : Magnetic Strip) yang memuat kode rahasia untuk digunakan dalam sistem otentikasi dua faktor.
   
c.  Active Token
Perangkat elektronik yang kecil, berdiri sendiri, dan dapat menghasilkan password yang hanya bisa digunakan satu kali dalam sistem otentikasi dua faktor.
   
d.  Sistem Biometrik
Sistem otentikasi yang mengidentifikasi seseorang berdasarkan pengukuran karakteristik biologis seperti sidik jari, pola iris/retina mata, tekstur wajah atau suara.
   
e.  Infrastruktur Kunci Publik
Sebuah skema untuk keamanan e-payments menggunakan enkripsi kunci publik dan berbagai komponen teknis.
   
f.  Enkripsi
Proses pengacakan sebuah pesan sedemikian rupa agar menjadi sangat sulit, mahal dan bahkan menghabiskan banyak waktu bagi seseorang yang tidak berhak untuk menguraikan kembali/mendekripsi pesan tersebut.
   


read more
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS